Kamis, 01 Desember 2011

PUISI "JANJI"

Luruh bayu dipusara.
Bersama taburan melati di tanah yang masihlah merah.
Aku diam…, hanya terdiam,
Pandangi namamu yang terukir dibatu nisan.
Aku harap itu bukan kamu, tapi itu namamu lengkap dengan hari lahirmu dimana kita pernah merayakannya berdua.
Seperti saat ini, kita pun hanya berdua.
Ku kenang semua janji yang pernah kau beri.
Dan kau menepatinya.
Disini, dipusara engkau terbujur kaku menantiku.
“aku sudah datang sayank, bangunlah !….genggamlah tanganku seperti katamu yang selalu merasa tenang, bila jemarimu ku erat dalam genggaman ”
“aku datang sayank, dan akan meminangmu seperti janjiku dulu ditepi dermaga saat kapalku berlabuh ”
Tapi kamu hanya diam dan akan tetap diam,
Seperti namamu yang terukir dibatu nisan.
Aku jamah pelan, ku rabai hurupnya satu persatu.
Kuharap itu bukan namamu, tapi itu namamu lengkap dengan tanggal lahirmu yang kita rayakan berdua dulu.

0 komentar:

Posting Komentar